Perbedaan Domain dan Hosting Serta Peran Penting Pada Website

Perbedaan Domain dan Hosting Serta Peran Penting Pada Website

Mediawana.com - Perbedaan Domain dan Hosting Serta Peran Penting Pada Website, fungsi dari domain adalah untuk memberikan identitas atau tanda kepada suatu website agar tidak terjadi duplikasi atau ganda dan sifatnya pasti unik (unique). Maka dari itu, tujuan penggunaan hosting sendiri adalah untuk menyimpan informasi dan data milik website.

{getToc} $title={Daftar isi}

Masih bingung? simak selengkapnya.

Perbedaan domain dan hosting sendiri terletak pada fungsinya dan penggunaannya. 

Hosting adalah rumah bagi website sedangkan domain adalah alamat websitenya.

Mari kita berlatih logika kita sedikit.

Anggap saja Hosting ini adalah sebuah rumah, lalu untuk Domain anggap saja sebuah alamat tempat rumah itu berada.

Hosting adalah sebuah rumah yang nantinya akan kita isi dengan gambar dan konten-konten yang lainnya.

untuk domain kita umpamakan dengan alamat rumah tersebut. jadi ketika anda memiliki website, maka Anda harus memiliki sebuah rumah yaitu Hosting, untuk menyimpan website Anda di internet.

Bagaimana dengan domain?. Anggap saja domain ini adalah alamat rumah Anda, jadi ketika orang lain ingin menemukan rumah Anda, Anda perlu memberikan nama alamat pada rumah Anda, misalnya contoh dari domain adalah: www.mediawana.com dengan begitu jika orang lain ingin mencari rumah (website) Anda, Anda harus memberitahukan domain (Alamat) Anda agar dapat ditemukan oleh orang lain.

Bagaimana? apakah Anda sudah memahaminya?. Simak selengkapnya.

Perbedaan domain dan hosting terletak pada fungsinya. Hosting adalah rumah bagi website sedangkan domain adalah alamat websitenya.

Baca Lainnya : Pengertian Data Mentah dan Data Array

Pengertian Hosting

Perbedaan Domain dan Hosting Serta Peran Penting Pada Website

Hosting adalah sebuah layanan online yang digunakan untuk mengelola dan memanajemen data situs atau aplikasi web oleh pengguna dan nantinya akan ditampilkan melalui internet (seacrh engine). File website yang tersimpan di dalam hosting dapat berupa Gambar, Script, Video, Email, Aplikasi, Audio dan database (basis data).

Saat ini sudah ada banyak sekali penyedia layanan hosting, baik dari luar negeri ataupun di Indonesia, seperti:

  • Vultr
  • Digital Ocean
  • Google Cloud
  • Amazon Web Servicer
  • Namecheap
  • Rumah Web
  • Hoster
  • Domainesia
  • Idcloudhost
  • Niagahoster
  • Idhostinger

Hosting sendiri setidaknya terdapat 5 jenis hosting yang paling familiar saat ini, diantaranya adalah:

1. Managed WordPress Hosting

Managed WordPress Hosting adalah layanan yang dirancang untuk website berbasis WordPress. Sehingga fitur dan dukungan yang disediakan akan berkaitan dengan teknis yang dibutuhkan oleh WordPress.

Layanan hosting yang menyediakan managed WordPress pada dasarnya sudah menyediakan tim ahli atau para teknis yang siap untuk menangani hal-hal teknis, seperti;

  • Membackup Data
  • Memeriksa Kecepatan
  • Memeriksa Keamanan
  • Update atau maintenance WordPress

Selain itu terdapat beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan saat memilih layanan managed hosting WordPress, seperti loading website yang stabil, instalasi yang mudah dan lain sebagainya.

Kelebihan Managed WordPress Hosting

  • Memiliki loading yang relatif cukup cepat (uptime)
  • Backup harian
  • Server sudah optimal untuk dikhususkan wordpress
  • Standar keamanan yang tinggi

Kekurangan Managed WordPress Hosting

  • Kegunaan server terbatas, hanya untuk penggunaan CMS wordpress saja
  • Harga yang mahal, hampir setara dengan VPS
  • Tidak memiliki kendali penuh terhadap server

2. Shared Hosting

Shared hosting atau shared server adalah layanan hosting yang paling murah. Layanan jenis ini biasanya digunakan oleh para pemula, hanya untuk membangun web satu halaman dengan pengunjung yang tidak terlalu banyak.

Istilah shared hosting sendiri muncul karena penggunaan 1 server secara bersamaan (shared). Jika kita ibaratkan rumah, shared hosting seperti satu rumah yang ditempati oleh banyak orang.

Pada satu server fisik dapat digunakan oleh puluhan orang, bahkan hingga ribuan orang. Artinya para user atau pengguna akan berbagi resource seperti penggunaan CPU, RAM dan lain-lain.

Maka tidak mengherankan apabila sering terjadinya trouble atau masalah semasa penggunaannya, mulai dari akses yang sangat lemot (lambat), hingga server down serta lainnya, meskipun begitu terkadang juga jarang terjadi masalah pada layanan tersebut.

Kelebihan Shared hosting

  • Harga yang relatif lebih murah
  • Mudah digunakan
  • Konfigurasi sederhana / Tidak terlalu sulit
  • Tersedia control panel
  • Intall mudah dengan softacolous

Kekurangan Shared hosting 

  • Kapasitas server terbatas
  • Tidak dapat mengontrol server secara penuh

3. Cloud Hosting

Cloud hosting adalah layanan jenis hosting dengan teknologi komputasi awan (teknologi cluster) dimana menggunakan beberapa server menjadi satu yang terpusat.

Perbedaannya yang paling terlihat antara cloud hosting dan server biasa adalah lokasi server itu yang lebih dari satu, sehingga memungkinkan untuk saling membackup dan mengamankan antar lokasi ketika salah satu data center bermasalah.

Jenis hosting ini terbukti lebih stabil dan lebih aman. Pengguna juga tidak perlu khawatir untuk kehilangan akses.

Kelebihan Cloud hosting

  • Load relatif lebih cepat
  • Memiliki resource besar
  • Scalable
  • Alamat IP dedicated
  • Data lebih aman

Kekurangan Cloud hosting

  • Memiliki harga relatif lebih mahal
  • Privasi yang kurang

4. VPS (Virtual Private Server)

VPS atau Virtual Private Server merupakan pilihan yang sangat tepat untuk Anda yang membutuhkan keleluasaan server. Anda memungkinkan untuk menginstal dan konfigurasi berbagai kebutuhan di server.
Penggunaan VPS (Virtual Private Server) sendiri, sejauh ini jarang sekali atau tidak ada kendala yang berarti, meskipun pada awalnya akan sedikit ribet dan sulit dalam proses setting atau konfigurasi. Sebab Anda harus menginstal dan mengkonfigurasi server dari nol.

Apa saja yang perlu Anda persiapkan saat pertama kali menggunakan VPS?

Hal yang pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan sistem operasi yang hendak Anda digunakan serta menyesuaikan dengan kebutuhan.

Kelebihan VPS 

  • Hosting yang stabil
  • Mudah untuk dimonitoring (pantau)
  • Scalable (Skalabilitas atau keterluasan)
  • Mesin virtual yang canggih dan mumpuni

Kekurangan VPS

  • Harga relatif lebih mahal
  • Konfigurasi cendrung lebih rumit
  • Diperuntukan untuk mereka yang sudah mengerti dan paham server

5. Dedicated Hosting

Dedicated hosting adalah jenis layanan hosting yang menyediakan server dengan akses secara penuh. Resource atau perangkat yang digunakan hanya diperuntukan untuk satu client saja tanpa dibagi dengan pihak lain.

Artinya adalah, dapat dipastikan jikalau web atau aplikasi yang dijalankan akan cepat dengan performa yang maksimal.

Umumnyalayanan dedicated hosting ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, yang memang membutuhkan resource besar. Dengan menyewa dedicated hosting, Anda seperti halnya memiliki server sendiri.

Kelebihan Dedicated hosting

  • Keamanan lebih terjamin
  • Akses root ke server
  • Tim support yang handal
  • Loading cepat

Kekurangan Dedicated hosting

  • Biaya yang dikeluarkan cukup mahal
  • Harus menguasai hal teknis

Dari informasi di atas, kita tau bahwa ada 5 jenis hosting yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda dapat menggunakan layanan tersebut dengan kebutuhan.

Baca Lainnya : Pengertian Subnetting Classfull

Pengertian Domain

domain

Nama domain adalah nama yang mudah diingat yang terkait dengan alamat IP fisik di internet.

Nama domain merupakan nama yang unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti server web atau server di jaringan komputer ataupun internet.

Domain adalah alamat yang akan mengantarkan Anda ke website yang dituju. Sebenarnya, domain merupakan pengganti dari penggunaan alamat IP yang berupa kombinasi angka.

Anggap saja seperti ini.

Anda memiliki website dengan alamat 192.168.25.10 dengan menggunakan alamat website seperti itu, siapapun akan kesulitan untuk mengingatnya. terlebih jika semua website menggunakan alamat dengan kombinasi angka. Pastinya sangat sulit untuk mengingat semuanya.

Maka dari itu fungsi Domain yang akan memudahkannya.

Seperti 192.168.25.10 akan di buat domain seperti www.mediawana.com.

Tentu saja penggunaan alamat www.mediawana.com akan memudahkan dalam hal mengingat.

Maka dari itu keberadaan Domain sangat diperlukan.

Domain terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Top Level Domain
  • Second Level Domain
  • Third Level Domain

1. TLD – Top Level Domain

Top Level Domain adalah ekstensi domain yang letaknya paling belakang dari sebuah domain. TLD yang sering digunakan adalah .com, .id, dan .gov.

Misalnya, www.mediawana.co.id, TLD-nya adalah .co.id dan www.mediawana.com, TLD-nya adalah .com. atau www.mediawana.id maka TLD-nya adalah ? YA benar TLD-nya adalah .id

Ada beberapa jenis domain TLD, yaitu:

ccTLD – Country Code Top Level Domain

country code TLD artinya domain itu menunjukkan identitas negara sebuah website.

Biasanya, ekstensi ccTLD menggunakan inisial negara. Contoh domain ccTLD seperti, .id untuk Indonesia, .sg untuk Singapura, dan lainnya sebagainya.

Selain itu ada variasi lain dari domain .id sesuai dengan tujuan penggunanya, diantaranya adalah.

  • .ac.id – digunakan oleh lingkungan akademik atau perguruan tinggi.
  • .sch.id – digunakan oleh website sekolah.
  • .web.id – digunakan oleh personal maupun organisasi.
  • .go.id – digunakan oleh website pemerintahan, dan lainnya.
  • .co.id – digunakan oleh website bisnis atau kegiatan komersial.

gTLD – Generic Top Level Domain

gTLD adalah ekstensi domain yang paling umum digunakan di dunia. Biasanya, domain ini menggunakan singkatan kegunaan website.

Contoh jenis domain gTLD yaitu

  • .com – commercial atau website general/bisnis.
  • .edu – education atau website pendidikan.
  • .org – organization atau website organisasi nonprofit.
  • .net – network atau website jaringan/jejaring sosial.
  • .gov – government atau website pemerintahan.

Salah satu website organisasi yang menggunakan gTLD adalah WHO (World Health Organization) dengan domain .int.

Premium TLD

Premium TLD adalah ekstensi domain alternatif dengan penamaan premium, fungsi dari jenis domain ini adalah sebagai identitas spesifik sebuah website.

Contoh domain Premium TLD yang populer adalah .store, .travel, .doctor, .site, .academy, dan lainnya.

2. SLD – Second Level Domain

Second Level Domain adalah nama unik yang dapat Anda daftarkan ketika membeli domain. Biasanya, SLD disebut juga dengan nama website.

Posisi SLD terletak di depan TLD. Contohnya, SLD pada domain www.mediawana.com adalah mediawana.

3. Third Level Domain atau Subdomain

Jenis domain ketiga adalah Third Level Domain atau biasa disebut dengan Subdomain yang letaknya berada paling depan dari keseluruhan URL.

Contoh Third Level Domain yang paling umum adalah www, seperti www.facebook.com, www.twitter.com, www.mediawana.com, dan lainnya. 

Itulah informasi mengenai Perbedaan Domain dan Hosting Serta Peran Penting Pada Website, semoga informasi diatas dapat membantu menambah pengetahuan kita semua.

Baca Lainnya : Pengertian DOM - Document Object Module
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال