Berikut 15 Istilah Pada Reksadana Saham

15 Istilah Pada Reksadana Saham

Mediawana.com - Reksa dana saham (RDS) adalah jenis reksa dana yang melakukan investasi paling tidak 80% dari total portofolio yang dikelolanya ke dalam efek saham atau ekuitas. 

Investasi pada efek saham umumnya memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi, baik berupa capital gain yang didapat dari kenaikan harga saham maupun dividen yang dibagikan oleh perusahaan.

Tujuan investasi

Tujuan investasi pada reksa dana saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan atau pendapatan dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan-perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh reksa dana tersebut. 

Reksa dana saham dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin mengambil risiko yang lebih tinggi dengan harapan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi pula dalam jangka panjang. 

Selain itu, reksa dana saham juga dapat menjadi sarana untuk melakukan diversifikasi portofolio, yaitu dengan menyebar risiko investasi pada beberapa jenis saham dan sektor industri yang berbeda, sehingga dapat meminimalkan risiko kerugian akibat penurunan harga saham pada satu sektor atau perusahaan tertentu.

Berikut 15 Istilah Pada Reksadana Saham

Biar Anda lebih mengenal apa itu reksadana saham, berikut adalah 15 istilah pada saham reksadana:

  • Reksadana: bentuk investasi kolektif yang terdiri dari sekelompok investor yang menanamkan dananya dalam portofolio efek yang dikelola oleh manajer investasi.
  • Manajer Investasi: pihak yang bertanggung jawab mengelola portofolio efek dalam reksadana.
  • Unit Penyertaan: satuan nilai yang menunjukkan kepemilikan atas portofolio efek dalam reksadana.
  • NAB (Net Asset Value): nilai aset bersih dari reksadana, yaitu total nilai portofolio efek yang dimiliki reksadana setelah dikurangi dengan biaya operasional dan biaya lainnya.
  • Biaya Operasional: biaya yang dikeluarkan oleh reksadana untuk mengelola portofolio efek, antara lain biaya manajemen, biaya kustodian, dan biaya audit.
  • Hasil: tingkat keuntungan atau kerugian yang diperoleh oleh investor dalam jangka waktu tertentu dari investasi dalam reksadana.
  • Risiko: kemungkinan terjadinya kerugian dari investasi dalam reksadana, seperti risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko lainnya.
  • Diversifikasi: strategi investasi untuk mengurangi risiko dengan menyebar investasi pada berbagai jenis efek dan sektor industri.
  • Tanggal Lahir: tanggal pembentukan reksadana, yang menentukan kategori dan jenis investasi reksadana.
  • Profil Risiko: penilaian risiko investasi dalam reksadana, yang menunjukkan tingkat risiko investasi dan profil investor yang cocok.
  • Asset Allocation: strategi investasi untuk menentukan alokasi aset dalam portofolio efek, yang didasarkan pada profil risiko dan tujuan investasi.
  • Benchmark: tolak ukur kinerja portofolio efek dalam reksadana, yang digunakan untuk membandingkan kinerja reksadana dengan pasar atau indeks tertentu.
  • Return: keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari investasi dalam reksadana, yang diukur dalam persentase.
  • Rebalancing: strategi untuk menyesuaikan alokasi aset dalam portofolio efek secara berkala, untuk mempertahankan proporsi aset yang diinginkan.
  • Redemption: penjualan unit penyertaan dalam reksadana, yang dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan ketentuan reksadana.
Itulah mengenai beberapa istilah dalam reksadana saham yang perlu Anda ketahui.
Fokus pada tujuan jangka panjangmu. Ingatlah bahwa investasi pada reksa dana adalah perjalanan yang memerlukan kesabaran dan konsistensi untuk mencapai tujuanmu.
 


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال