Pengertian BTS - Base Transceiver Station

BTS - Base Transceiver Station 

Mediawana.com - BTS (Base Transceiver Station) adalah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator.

Teknologi saat ini menjadi bagian yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Pengertian BTS - Base Transceiver Station

BTS (Base Transceiver Station) merupakan instrumen dalam jaringan telekomunikasi seluler yang berbentuk tower.

Tower memiliki antena sebagai pemancarnya dan berfungsi sebagai penguat sinyal daya yang dapat menghubungkan antara jaringan operator telekomunikasi dengan pelanggannya.

Pada umumnya BTS atau Base Transceiver Station memiliki panjang 40 sampai 80 meter. 

Panjang BTS (Base Transceiver Station) berbeda-beda tergantung kondisi geografis serta luas jaringan yang ingin ditargetkan.

Di indonesia sendiri memiliki macam jenis tower BTS (Base Transceiver Station) yaitu.

  • Tower Empat kaki
  • Tower Tigas Kaki
  • Tower Satu Kaki

Kenapa tower BTS (Base Transceiver Station) di indonesia berbeda ?.

Mudah saja, semua itu karena kondisi geografis, luas jangkauan, dan anggaran. Karena setiap jenis tower BTS memiliki harga yang berbeda. Berikut penjelasannya.

1. Tower Empat Kaki / Rectangular Tower

Tower dengan jenis ini berbentuk segi empat dan dibuat dengan besi siku yang dilapisi oleh galvanis.

Tower ini terbilang kokoh dan kuat. Tower ini diharapkan dapat bertahan dan memiliki kekuatan yang optimal untuk menghindari kemungkinan roboh.

Tower ini mampu mencakup banyak antena dan radio, untuk tinggi kurang lebih 40 meter.

Tower jenis ini biasanya digunakan untuk keperluan telekomunikasi terkemuka, mengingat harga pembuatan tower jenis ini cukup mahal. 

Menurut beberapa sumber, diperkiraan mencapai 750 juta sampai dengan 1 milyar.

2. Tower Tiga Kaki / Triangle Tower

Tower yang memiliki tiga kaki atau biasa disebut dengan Triangle Tower memiliki pondasi yang disusun dalam beberapa potongan besi panjang, sekitar 4-5 meter.

Untuk tower jenis ini, memiliki tinggi 40 meter dan maksimal tingginya adalah 60 meter.

Triangle Tower memiliki komponen yang lebih ringan sehingga akan menghemat biaya pembuatannya, tempat dan juga produksinya.

3. Tower Satu Kaki / Pole

Tower jenis ini sebenarnya tidak direkomendasikan, mengingat kekurangannya.

Bahkan dalam penerimaan sinyal tergolong tidak stabil, mudah goyang dan mengganggu sistem koneksi.

Pada tower jenis satu kaki atau Pole terdapat dua macam, yang pertama dibuat dengan pipa/plat baja tanpa spanner yang memiliki diameter 40 cm (centimeter) hingga 50 cm.

menurut para ahli, pembuatannya tidak melebihi 20 meter.

Apa saja kelebihan menggunakan tower jenis ini ?

Kelebihannya yaitu hemat lahan dan dapat diletakan diatas gedung. Siapa nih yang sering melihat tower satu kaki / pole di atas gedung.

Fungsi Tower BTS

BTS - Base Transceiver Station

BTS merupakan alat yang digunakan untuk menjalin atau menghubungkan komunikasi secara nirkabel. Lalu apa saja fungsi dari BTS. Simak selengkapnya.

1. Interkoneksi Daerah

Yang pertama adalah sebagai interkoneksi daerah. BTS ini nantinya akan menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lainnya.

Dengan alat ini diharapkan dapat memungkinkan suatu daerah yang terpencil dapat terhubung dengan daerah lainnya.

Dan diharapkan dapat bertukar informasi melalui gelombang radio yang dipancarkan oleh BTS (Base Transceiver Station) maupun perangkat seluler.

2. Mengontrol Kualitas Jaringan GSM - Global System for Mobile Communications

BTS dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan atau mengawasi kualitas GSM. Terlebih lagi dalam hal frekuensi hopping dan antena diversity.

GSM sendiri merupakan singkatan dari Global System for Mobile Communications.

3. Protokol Jalur Sinyal Radio

Pada setiap BTS atau Base Transceiver Station, akan mengurus sebuah sel. Yang mana setiap BTS akan mengatur BCCH (Broadcast Control CHannel) dengan jumlah kanal pembawa maksimum 8 kanal.

BTS dapat berfungsi sebagai pemancar dan penerima transceiver sinyal koneksi. Mulai dari MS serta menghubungkan MS dengan bagian yang lain dalam jaringan seperti Base Station Controller (BSC), Mobile Switching Center (MSC), Short Message Service Center (SMSC), dan sebagainya dengan menggunakan tipe radio antar muka.

Baca Juga : Pengertian Fiber Optik

Topologi

BTS (Base Transceiver Station) dan Handphone disebut dengan transceiver. Mengapa disebut dengan transceiver ?.

Karena BTS dan Handphone sifatnya yang dapat mengirim informasi dan menerima informasi.

Maka dari itu kedunya disebut dengan transceiver.

Perhatikan illustrasi berikut.

Ketika BTS mengirim informasi ke handphone, pada saat itu pula handphone dapat mengirim kembali informasi kepada BTS dengan cara yang bersamaan.

Contohnya seperti Anda melakukan komunikasi melalui telepon, hal tersebut dapat berbicara secara bersamaan.

Pada dasarnya, dalam topologi. BTS berfungsi untuk menyediakan jaringan (interface) berbentuk sinyal radio gelombang elektromagnetik untuk pemakainya.

Seperti handphone, modem, fax, dan perangkat yang lainnya.

Frekuensi yang diberikan pada BTS ini sudah diperuntukan atau sudah diberikan oleh pemerintah kepada setiap operator.

Frekuensi yang diberikan mulai dari 450 Mhz sampai 1800 Mhz.

Ada istilah keren untuk Anda ketahui, apa itu ?.

Yaitu Downlink dan Uplink, apa sih itu ?.

Downlink adalah komunikasi dari arah BTS kepada penggunanya. Sedangkan Uplink yaitu saluran frekuensi yang digunakan penggunanya untuk mengirim informasi kepada BTS.

Frekuensi Downlink dibuat lebih tinggi dari pada frekuensi Uplink, dikarenakan hal kapasitas energi yang diperlukan.

Dalam ilmu pengetahuan, bahwa semakin besar frekuensi maka gangguan atau noise akan semakin besar. sehingga diperlukannya energi yang besar yang supaya kualitasnya lebih baik dan aman.

Begitu juga dengan jarak, semakin jauh dari BTS maka jaungkauan juga akan semakin melemah.

Apabila frekuensi Uplink memakai frekuensi yang tinggi maka akan mengakibatkan baterai handphone akan semakin boros dan cepat habis.

Mengingat hubungan jarak adalah berbanding terbalik dengan kualitas sinyal.

Pada dasarnya jika jaraknya semakin dekat dengan tower BTS, maka sinyal yang akan diterima menjadi lebih baik dan stabil.

Namun sebaliknya jika jaraknya semakin jauh dengan tower BTS, semakin berkurang dan melemah kualitas sinyalnya.

Terlebih lagi jika sinyal handphone yang diterima rendah maka BTS akan memberikan instruksi kepada handphone untuk menaikan energi atau daya pancarnya. Tentu saja akan mempengaruhi juga dari penggunaan baterainya. yang pastinya akan cepat habis.

Komponen BTS - Base Transceiver Station

Pengertian BTS - Base Transceiver Station

Pada BTS sendiri terdapat beberapa bagian atau komponen penting yang saling menunjang satu sama lainnya dan melakukan kinerja yang baik serta optimal.

Berikut ini komponen penting pada BTS - Base Transceiver Station.

1. Antena Sectoral

Antena Sectoral merupakan sebuah antena yang berfungsi untuk memberikan pancaran dan menerima sinyal. 

Antena ini biasanya terletak pada bagian paling atas dan berbentuk persegi panjang.

Antena ini ada dua macam, yaitu monotype dan Dual Type.

2. Antena Microwave

Antena Microwave atau Microwave system merupakan salah satu metode dengan pancaran dan penerima gelombang mikro yang berfrekuensi sangat tinggi.

Antena Microwave ini berbentuk seperti gendang rebana. Lalu fungsinya untuk apa sih?

Fungsi dari Antena Microwave ini adalah untukmenghubungkan BTS dengan BTS yang lainya, atau BTS dengan BSC.

Antena ini termasuk jenis antena dengan kinerja yang tinggi dan biasa disebut dengan antena high performance.

Pada antena Microwave memiliki penutup yang biasa disebut dengan radome. Radome ini difungsikan untuk melindungi komponen antena yang ada didalamnya. 

3. TRU

Transmitter Receiver Unit (TRU) adalah hardware yang ada pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal.

4. Shelter

Shelter difungsikan untuk menyimpan peralatan yang biasanya ada disamping tower. tentunya digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan perangkat BTS.

Komponen yang ada pada shelter biasanya ada RBS 3G dengan RBS 2G, 1 RBS ada 6 TRU di mana setiap 1 TRU memiliki 2 TRx.

5. Penangkal Petir

BTS juga memiliki penangkal petir untuk melindungi tower dari sambaran petir.

6. Rectifier System

Alat ini digunakan untuk mengubah tegangan dari PLN 220/380 volt alternative current menjadi tegangan direct current untuk dikirim ke BTS.

7. Transmisi

Transmisi adalah perangkat yang digunakan untuk mengatur slot trafik pada BTS.

8. Baterai

Benar sekali, didalam BTS terdapat baterai yang berfungsi sebagai cadangan sumber daya apabila suatu saat terjadi pemadaman listrik. Baterai pada BTS ini dapat bertahan 3-4 jam.

9. Tower Sentral

 Power Sentral merupakan sistem yang digunakan sebagai media untuk menginstal antena-antena dan feeder.

10. AC

Air Conditioner (AC) digunakan untuk mengatur suhu di dalam shelter dan komponen-komponen BTS lainnya.

11. PDB

PDB atau Power Distribution Box merupakan kotak yang berisi MCB atau saklar-saklar power pada setiap perangkat yang berfungsi sebagai pemasok daya.

12. Grounding

Grounding berfungsi sebagai untuk mengurangi serta mengatasi ancaman bahaya yang berasal dari tegangan tinggi.

Demi keselamatan, fungsi utama pada grounding ini adalah untuk penghantar arus listrik ke bumi atau akan di hantarkan ke tanah saat terjadi kebocoran listrik, sehingga tidak menyebabkan bahaya seperti kesetrum, korsleting atau kebakaran.

13. Feeder

Feeder adalah kabel besar yang dijadikan media rambat gelombang radio antara BTS dengan antena sector

 

Dampak Penggunaan BTS - Base Transceiver Station

Setelah kita membahas mengenai BTS - Base Transceiver Station. Ternyata ada loh dampak dari penggunaan BTS ini. 

Tentunya ada dampak yang dirasakan oleh masyarakat, baik itu dampak positif ataupun dampak negatif.

Apa saja dampak penggunaan BTS - Base Transceiver Station ?. Simak selengkapnya.

Dampak Negatif BTS - Base Transceiver Station

Mengenai dampak negatif yang mungkin saja dapat di timbulkan dari penggunaan BTS - Base Transceiver Station ini. 

Yang pertama yaitu radiasi gelombang elektromagnetik jika dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan pada tubuh.

Misalnya seperti medan elektromagnetik di sekitar tower BTS - Base Transceiver Station dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh atau dapat menurunkan imun tubuh.

Lalu apa dampaknya, jika kekebalan tubuh menurun yang akan dirasakan seseorang dapat mengalami alergi dengan gejala ruam dan gatal-gatal.

Berikutnya jika jangka panjang, menurut berbagai sumber seperti tekno.foresteract. Radiasi dari tower BTS - Base Transceiver Station dapat menyebabkan kanker kulit dan mengganggu organ reproduksi.

Selain itu daerah sekitar tower BTS pun akan menjadi rawan terkena imbas seperti dari sambaran petir pada tower, dan ada yang mengkhawatirkan terhadap robohnya menara ini.

Dampak Positif BTS - Base Transceiver Station

Penggunaan BTS - Base Transceiver Station ini memiliki banyak sekali dampak positif loh.

Selain untuk menghubungkan telekomunikasi kepada penggunanya masyarakat juga akan menjadi mudah dalam mengakses internet.

Selain itu penggunanya juga akan dimudahkan dengan aksesnya informasi mengenai sekitar bahkan dunia.

Itulah seputar informasi mengenai BTS - Base Transceiver Station yang ada di indonesia.

Baca Juga : Pengertian Bluetooth : Fungsi dan Cara Kerjanya

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال