Pengertian Glotalisasi: Contoh, Dampak Beserta Jenisnya

Glotalisasi

Mediawana.com - Glotalisasi adalah proses pengucapan suara konsonan atau vokal yang diakhiri dengan bunyi glotis (suara terdengar saat kita menutup dan membuka rongga suara) dalam sebuah kata. 

Pengertian Glotalisasi

Glotalisasi adalah proses pengucapan suara konsonan atau vokal yang diakhiri dengan bunyi glotis pada akhiran kata. 

Ini dapat membantu anak-anak untuk membedakan antara satu kata dengan kata yang lain, serta memengaruhi penekanan dalam pengucapan kata. 

Secara sederhana, glotalisasi adalah pengucapan suara "hentakan" atau "ledakan" pada akhiran kata yang memakai bunyi glotis. Bunyi glotis ini terdengar seperti huruf "h" di dalam bahasa Inggris.

Jenis-jenis Glotalisasi

Terdapat dua jenis glotalisasi, yaitu glotalisasi eksplisit dan glotalisasi implisit.

  • Glotalisasi eksplisit adalah glotalisasi yang terdengar dengan jelas pada pengucapan kata. Contohnya adalah pada kata "uh-oh" atau "ooh", di mana bunyi glotis terdengar jelas pada awal atau akhir kata.
  • Glotalisasi implisit adalah glotalisasi yang tidak terdengar secara jelas pada pengucapan kata. Contohnya adalah pada kata "button" atau "cotton", di mana bunyi glotis tidak terdengar jelas pada pengucapan kata tersebut.

Dampak Glotalisasi

Glotalisasi bisa memengaruhi makna suatu kata. Pada beberapa bahasa, seperti bahasa Arab, bunyi glotis dianggap sebagai bunyi huruf konsonan yang berbeda dan mempengaruhi makna kata. 

Dalam bahasa Inggris, penggunaan glotalisasi yang tepat dapat membedakan antara satu kata dengan kata yang lain.

Selain itu, glotalisasi juga memengaruhi penekanan dalam pengucapan kata. Kata-kata yang glotalisasinya jelas akan memiliki penekanan yang lebih kuat pada akhiran kata, sementara kata-kata yang glotalisasinya tidak jelas akan memiliki penekanan yang lebih kuat pada suku kata sebelumnya.

Contoh Glotalisasi

  • Bahasa Inggris: "uh-oh" atau "ooh"
  • Bahasa Arab: "qalb" (hati) dan "kalb" (anjing)
  • Bahasa Jerman: "Buch" (buku) dan "Buchstabe" (huruf)

Kesimpulan

Glotalisasi adalah proses pengucapan suara konsonan atau vokal yang diakhiri dengan bunyi glotis pada akhiran kata. Terdapat dua jenis glotalisasi, yaitu glotalisasi eksplisit dan glotalisasi implisit. 

Glotalisasi dapat memengaruhi makna dan penekanan dalam pengucapan kata, dan mempengaruhi pengucapan pada beberapa bahasa seperti bahasa Arab. 

Contohnya adalah "uh-oh" atau "ooh" dalam bahasa Inggris, "qalb" (hati) dan "kalb" (anjing) dalam bahasa Arab, dan "Buch" (buku) dan "Buchstabe" (huruf) dalam bahasa Jerman.

Glotalisasi pada pelajaran IPA adalah proses pengucapan suara konsonan atau vokal yang diakhiri dengan bunyi glotis dalam sebuah kata. Terdapat dua jenis glotalisasi pada pelajaran IPA, yaitu glotalisasi egressif dan glotalisasi ingressif. 

Glotalisasi dapat memengaruhi fonetik dan fonologi bahasa serta mempengaruhi pola penekanan dalam pengucapan kata. 

Contohnya adalah pada kata "uh-oh" atau "ooh" dalam bahasa Inggris (glotalisasi egressif) dan "tsunami" atau "karaoke" dalam bahasa Jepang (glotalisasi ingressif).

 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال